Tuesday, December 25, 2012

Motivasi untuk Hidup Lebih Baik

Selamat datang, selamat membaca. Semoga bermanfaat. :)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNKMgXoALhV3Kw3yDSvkn6LrwTC58R4BzMlOrLr2HeVCl8-nuAaa3PB_Tz2JsMb_hJ3OlI38ZiKw-sEulZA3pOATPNJ602KJPKie0yBVHxMZEfTrVZXwyoATKXhyKTKhHxh2wJCFDg3GhG/s1600/Quote-Do-it-now-by-Paul-Coelho.jpg

Ketakutan, kekhawatiran, sifat ragu seringkali membuat kita kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Padahal ada banyak hal dalam hidup ini agar kita bisa lebih berani dalam berbuat baik, berani mencintai, menangis, belajar, memaafkan.

Hidup ini singkat. Penyesalan di kemudian hari tentu percuma. Karena itu, mengutip dari sebuah situs inspirasi, 10 motivasi di bawah ini cocok untuk kita renungkan.
 
1. Inilah Saatnya
Pandanglah hidup bukan sekadar antara kelahiran dan kematian, tetapi hidup adalah antara sekarang dan esok hari. Dan, apa yang kita bawa dalam kematian nanti, apa warisan buat generasi berikut? Dengan demikian kita bisa melihat hidup secara utuh, melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki untuk kebaikan dan perdamaian.

2. Hidup ini singkat
Inilah hidup Anda. Maka berjuanglah. Berjuang untuk apa yang benar, berjuang untuk apa yang Anda yakini, berjuang untuk apa yang penting bagi Anda, berjuang untuk orang yang dicintai. Sadarilah saat kita masih punya kesempatan.

3. Berkorban untuk hari esok
Pengorbanan kita hari ini akan kita nikmati hasilnya di masa depan. Maka, ketika kita bekerja keras untuk meraih mimpi, memilih belajar giat, membangun sebuah usaha, atau tujuan lainnya, tanyalah ke dalam diri, "Apakah saya bersedia membeli waktu, menukar kesenangan untuk tujuan di masa depan yang lebih baik?"

4. Jangan menunda
Ketika kita menunda-nunda, maka kita akan menjadi budak dari hari kemarin. Kita mungkin kadang menggumam, "Nanti saya kerjakan." Dan ternyata kita sibuk dengan hal lain, sehingga saat waktunya sudah sangat sempit, kita mencurahkan lebih banyak energi. Seringkali hasilnya juga tidak optimal.

5. Gagal itu pelajaran
Tidak menyesali apa pun yang telah terjadi dalam hidup kita, karena memang sudah tidak dapat diubah, dibatalkan atau dilupakan. Ambil hikmahnya dan jadikan sebagai pelajaran. Setidaknya gagal itu lebih baik karena kita sudah berani melakukan, dibanding menyesal karena tidak berbuat.

Renungkan: Thomas Alfa Edison harus gagal ratusan kali sebelum akhirnya berhasil menciptakan lampu bohlam.

6. Berdamai dengan diri sendiri
Kita harus memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sebelum memulainya dengan orang lain. Kita harus merasa berharga dan dapat diterima oleh diri sendiri, sehingga kita memiliki rasa percaya diri saat berhubungan dengan orang lain.

7. Waktu dan pengalaman penyembuh terbaik
Suatu peristiwa yang menyakitkan Anda alami sekarang ini, akan menjadi bagian dari masa lalu. Itu juga menjadi catatan sejarah, pembelajaran, pengalaman yang menjadikan Anda orang yang lebih dewasa, serta lebih bijak.
 

No comments:

Post a Comment